Artikel
Media Sederhana
A.
Pengertian
media sederhana
Istilah
media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang
secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses
kominikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media
pembelajaran.
Menurut
Ali (1992) berpendapat bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar.” Jadi media
ini sangat penting dalam pembelajaran siswa tersebut karena dapat membantu
seorang guru untuk memberikan materi dengan mudah, terampil dan dapat dipahami
oleh peserta didiknya.
Seorang
guru mampu menciptakan sebuah media dengan menggunakan media sederhana yang
bisa dimodifikasi menjadi materi yang terampil,http://unida.ac.id menarik dan mudah dipahami
sehingga siswa mampu melihat dan mempelajari materi yang diberikan.
B.
Peta
Peta
berfungsi untuk menyajikan data lokasi. Peta adalah gambaran permukaan bumi
pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta
bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional
(yang tercetak), hingga peta digital yang tampil di layar komputer.
Fungsi
peta adalah sebagai berikut:
Ø Meyeleksi
data.
Ø Memperlihatkan
ukuran.
Ø Menunjukkan
lokasi relatif.
Ø Memperlihatkan
bentuk.
Adapun
unsur-unsur sebuah peta meliputi beberapa hal berikut ini:
Ø Judul
peta.
Ø Legenda
atau keterangan.
Ø Tanda
arah atau orientasi.
Ø Skala.
Ø Inset.
Ø Sumber
dan tahun pembuatan peta.
Ø Simbol
dan warna.
Ø Proyeksi
peta.
Peta
juga bisa disebut sebagai bagan. Secara langsung atau tidak langsung peta
mengungkapkan sangat banyak informasi seperti lokasi suatu daerah, luasnya,
bentuknya, penyebaran penduduknya, daratan, perairan, iklim, sumber ekonomi,
serta hubungan satu dengan yang lain. [1]
Dengan
peta orang dapat memvisualisasikan apa yang ada di permukaan bumi ini dan
menentukan tempat kejadian sesuatu. Tanpa peta pengetahuan orang terbatas
kepada apa yang ada di sekitar tempat ia tinggal atau di sekitar tempat yang
pernah dikunjunginya.
Jadi
media peta ini sangatlah membantu seorang guru dalam memberikan suatu pembelajaran
mengenai suatu lokasi, penyebaran penduduk, daratan, perairan serta yang
lainnya karena didalam pembelajaran IPS siswa tidak akan mengerti jika tidak
menggunakan media nyata seperti peta. Karena bagaimana pula peta merupakan
suatu petunjuk atau pengarahan mengenai suatu pembelajaran IPS di SD. Media ini
juga bisa digunakan sebagai alat visual yang dapat memperluas pengetahuan.
Peta
juga bisa membantu siswa dalam memahami suatu pengetahuan dan pandangannya
menganai bumi dimana ia menjalani hidupnya. dan siswa juga mampu
mengimplikasikan suatu kehidupan saat ini. Media peta ini sangat berguna bagi
siswa SD dan bisa mempermudah guru untuk menjelaskan atau memberikan suatu
materi mengenai pembelajaran yang berkaitan dengan peta seperti halnya
pembelajarang IPS. Banyaknya kegunaan peta sehingga bisa dijadikan sebagai media
sederhana karena selain sederhana pembuatannya tetapi mampu memberikan suatu
pemahaman yang sangat mendalam mengenai suatu penyebaran penduduk serta yang
lainnya sehingga membantu siswa dalam belajar.
Pada
dasarnya peta berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta
tersebut memberikan informasi tentang:
1.
keadaan permukaan bumi, daratan,
sungai-sungai, gunung-gunung, dan
bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya.
2.
Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan
tempat yang lainnya.
3.
Data-data budaya dan kemasyarakatan.
4.
Data-data ekonomi. [2]
Media
peta ini fungsinya sama dengan globe karena media tersebut memberikan suatu
pemahaman yang sama dalam isinya, hanya saja cara bentuknya berbeda. Jika peta
berupa kertas yang berisi wilayah-wilayah dan yang lainnya, sedangkan globe
menjelaskan mengenai seluruh permukaan bumi sehingga siswa lebih memahami
materi tersebut.
C. Globe
Globe
adalah tiruan bola bumi dalam bentuk kecil. Kedudukan globe adalah miring 66,5
terhadap bidang datar tempat globe, sebagaimana kedudukan bumi juga miring 66,5
terhadap bidang ekliptika.
Adapun
kegunaan globe, di antaranya adalah sebagai berikut:
Ø Memperagakan
arah rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.
Ø Memperagakkan
terjadinya siang dan malam.
Ø Menunjukkan
bentuk muka bumi yang sebenarnya.
Ø Menunjukkan
sistem koordinat bola bumi. [3]
Kelebihan
dari globe, sebagai berikut :
1. Memungkinkan
untuk mengerti posisi dari kesatuan politik, daerah, kepulauan dan lain-lain.
2. Memegang
minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografi.
3. Memungkinkan
siswa untuk memperoleh gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk,
tumbuh-tumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.[4]
Jadi
media globe merupakan tiruan bola bumi yang menjelaskan mengenai berbagai
pergerakan muka bumi seperti pergerakan arah rotasi, pergerakkan siang dan
malam, menunjukkan bentuk muka bumi dan lain sebagainya, jadi jelas bahwa media
ini sangat membantu siswa dalam belajar untuk mengetahui berbagai pergeseran di
muka bumi sehingga siswa juga mampu mengetahui perputaran atau pergeseran arah
rotasi bumi yang bisa dijelaskan oleh guru dengan menggunakan media globe ini.
Globe
sangat berguna untuk siswa dalam belajar mengenai muka bumi, globe ini sangat
berkaitan dengan peta karena sama-sama menjelaskan mengenai muka bumi namun
adanya perbedaan sehingga perbedaan inilah yang sangat dipahami oleh siswa,
seperti halnya didalam peta guru dapat menjelaskan mengenai penyebaran penduduk
dan lokasi suatu daerah namun di globe guru dapat menjelaskan mengenai
pergerakkan dalam muka bumi sehingga media ini sangat berkaitan dengan media
peta.
Guru
juga lebih mudah dalam menjelaskan mengenai pergerakan arah rotasi karena guru
menjelaskannya menggunakan media nyata sehingga siswa juga lebih cepat tanggap
dalam menerima suatu pemahaman. Dan siswa juga tidak bosan dengan guru yang
hanya saja menjelaskan namun tidak menggunakan media apapun itulah yang membuat
siswa jenuh dalam belajar, namun dengan adanya media sederhana ini lebih
meningkatkan siswa dalam belajar dan lebih meningkatkan rasa keingintahuan
mereka dalam belajar sehingga siswa lebih cepat tanggap dan siswa lebih aktif
dalam belajar.
D. Papan Tulis
Salah
satu penyajian untuk pembelajaran yang sering digunakan adalah papan tulis, dan
whiteboard. Kedua media ini dapat
dipakai untuk penyajian tulisan-tulisan atau sket-sket gambar dengan
menggunakan kapur atau spidol untuk whiteboard,
baik yang berwarna ataupun tidak berwarna. Maksud dari warna tersebut adalah
agar tulisan lebih jelas, menarik, dan dapat berkesan bagi siswa.
Sebuah
papan tulis (black board) yang
dipergunakan sebagai sumber belajar dikatakan baik, apabila terdapat syarat-syarat
berikut ini.
Ø Papan
tulis harus buram, tidak boleh licin atau mengkilat.
Ø Warna
dasar papan tulis harus lebih gelap dari alat tulis yang dipakai.
Ø Untuk
warna dasar whiteboard adalah putih.
Ø Ukuran
yang idea adala 90 X 120 cm atau 90 X 200 cm.
Untuk
penggunaan papan tulis atau whiteboard,
diperlukan perhatian terhadap tulisan atau gambar di papan yang jelas dan
bersih, hindari penggunaan papan tulis yang terlalu penuh dengan tulisan atau
gambar-gambar (hal ini dapat mempersult pemahaman siswa), hapuskan tulisan atau
gambar yang tidak diperlukan lagi, tinggalkan papan tulis dalam keadaan bersih.
[5]
Media
papan tulis juga disebut dengan media display yang paling sederhana dan banyak
dipakai dalam proses pembelajaran. Papan tulis ada yang berbahan dasar papan
tulis dan untuk menulis dipermukaannya menggunakan kapur tulis, dan ada pula
papan tulis yang berbahan dasar tripleks untuk menggunakannya diperlukan spidol
khusus. Pada setiap bagian di papan, guru dapat menggunakan gambar atau foto
tambahan atau diagram yang sesuai dengan konsep yang dibahas. [6]
Kesimpulan
dari media ini yaitu media papan tulis ini sangat berkaitan erat dalam
pembelajaran di Sekolah Dasar karena dengan menggunakan media ini guru lebih
mudah dalam menjelaskan semua materi walaupun terkadang guru juga harus
memberikan contoh yang konkret agar siswa lebih paham dalam materi tersebut.
Jika
tidak ada media ini guru sangat sulit dalam memberikan suatu materi tersebut.
Banyak sekali manfaat-maanfaat dari media papan tulis selain dapat memberikan
suatu pembelajaran yang lebih baik guru juga dapat memberikan contoh berupa
gamabaran yang dapat di gambarkan pada
papan tulis, dan guru juga harus bisa mengatur semua penulisan dalam media
tersebut agar siswa tidak kebingungan dalam menulis.
E. Akuarium
Akuarium
adalah sebuah wadah air, tetapi secara umum diartikan sebagai wadah atau tempat
untuk memelihara berbagai jenis komunitas kehidupan dalam air, seperti ikan,
ampibi, tanaman air, moluska, koral, dan berbagai jenis invertebrata lainnya.
Media ini efektif untuk menjelaskan pengetahuan yang berkenaan dengan ilmu
alam, misalnya ekosistem air.
Berbagai
jenis material dapat dijadikan bahan dasar pembuatan akuarium. Meskipun
demikian, kaca lebih dikehendaki karena kaca merupakan benda transparan yang
memungkinkan siswa dapat mengamati aktivitas kehidupan dalam air secara
horizontal. Selain kaca, bahan transparan lain yang kerap digunakan untuk
akuarium adalah akrilik.
Dari
penjelasan diatas dapat saya simpulkan bahwa media akuarium ini sangatlah
menarik karena siswa dapat melihat langsung berbagai jenis hewan air, hewan air
ini berkaitan dengan pelajaran IPA. Diman seorang guru tidak hanya menjelaskan
berbagai macam hewan air dalam bentuk materi saja, tetapi guru juga dapat
memberikan suatu media konkret yang dapat membuat siswa lebih senang dalam
pembelajaran ini karena siswa diajak melihat langsung berbagai jenis ikan.
Guru
juga dapat menyiapkannya dengan akuarium yang sederhana namun memiliki banyak
pembelajaran dimana siswa akan lebih mendapatkan suatu pengetahuan dengan
pembelajaran tersebut. Dengan media ini juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu
anak terhadap hewan air tersebut. Siswa juga tidak merasa bosan karena
pembelajaran yang biasa-biasa saja, tetapi siswa akan lebih senang jika belajar
dan dapat mengenal berbagai hewan air secara langsung.
F. Flip Chart
Flip
Chart adalah lembaran kertas media flip chart
berisikan bahan pelajaran yang tersusun rapi dan baik. Penggunaan media
ini adalah salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan
tulis. Lembaran kertas yang sama ukurannya dijilid jadi satu dengan baik agar
lebih bersih dan baik.
Penyajian
informasi ini dapat berupa:
Ø Gamabar-gambar
Ø Diagram
Ø Huruf-huruf
Ø Angka-angka
Flip
chart harus disesuaikan dengan jumlah dan jarak maksimum siswa dalam melihat
peta lipat tersebut, serta rencanakan tempat yang sesuai (dimana dan bagaimana
media tersebut ditempatkan). Dalam pembuatan flip chart, maka chart tersebut
harus disusun atau dijilid dengan serasi, hal ini bertujuan untuk memudahkan
penyimpanan dan menghindari kerusakan chart. [7]
Jadi
media flip chart ini dapat memudahkan seorang guru apabila suatu materinya
banyak dan waktunya tidak tepat ataupun guru tersebut ada hal yang harus
diselesaikan guru dapat memberikan media ini kepda siswa dimana guru tidak
perlu banyak menulis pada papan tulis dan media inipun dapat menghemat waktu
guru tersebut. Media ini juga bisa dikenalkan kepada siswa untuk pembelajaran
yang lebih menarik misalnya: pembuatan peta guru harus memiliki kertasyang
berupa gamabar suatu daerah peta yg akan dijelaskan kepda siswa.
Media
ini juga tidak hanya untuk menggambarkan peta saja tetapi bisa digunakan untuk
pembuatan angka-angka ataupun gambar organ makhluk hidup yang dapat dijelaskan
pada siswa. Fungsinya agar siswa bisa memahami suatu materi menggunakan gambar
tersebut dan guru juga tidak selalu menulis di papan tulis walaupun papan tulis
juga sangat penting dalam memberikan materi tersebut.
Jika
guru memberikan pembelajaran selalu menggunakan media papan tulis siswa akan
bosan dalam kelas ataupun siswa banyak yang tidak konsen dalam belajar karena
guru hanya memberikan materi saja tetapi tidak menggunakan media gambar ataupun
yang lainnya. Sedangkan jika seorang guru bisa menggunakan media sederhana yang
lainnya ataupun media flip chart ini siswa akan lebih menarik dan senang dalam
belajar.
Dengan
flip chart ini guru tidak perlu berulang kali menulis atau menggambar karena
guru dapat membalik lembaran-lembaran kertas untuk kembali pada materi yang
sedang dibahas. Untuk menulis dalam lembaran kertas, gunakan spidol dengan
tulisan yang cukup besar agar mudah dilihar oleh siswa.
Chart
dapat dikatakan sebagai presntasi beberapa gambar grafis yang menginformasikan
hubungan-hubungan misalnya, kronologis, jumlah dan hierarki. Chart banyak dalam
buku teks sebagai tabel atau flowchart.
Tetapi chart juga dapat dipergunakan untuk mengajar siswa secara klasikal yakni
dengan cara membuatnya menjadi besar dan biasanya ditempelkan di dinding (wallchart). Ada beberapa tipe atau
macam chart, diantarany:
1. Chart
organisasi.
Chart ini menunjukan hubungan atau rantai
komando dalam suatu organisasi seperti, perusahaan, lembaga pemerintah, dan
sebagainya.
2. Chart
Garis Waktu
Chart ini menggambarkan hubungan kronologis
antar beberapa peristiwa. Sering kali dipergunakan untuk menunjukkan kronologis
waktu suatu peristiwa bersejarah.
3. Chart
klasifikasi
Chart ini hampir sama dengan chart organisasi
hanya saja chart ini dipergunakan untuk klasifikasi atau kategoris objek,
kejadian atau spesies tertentu.
4. Chart
aliran
chart ini sering di buat horizontal dan
menunjukkan bagaimana kegiatan atau prosedur yang berbeda tampilan dalam suatu
kesatuan.
5. Chart
tabulasi
Chart ini berisi informasi angka atau data. Chart ini
juga sering di pergunakan untuk informasi waktu misalnya, tabel waktu dari
keberangkatan bis kota, pesawat, kereta dan lain sebagainya. [8]
Dalam
buku ini bahwa media dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok dimana dalam buku
tersebut sudah dijelaskan bahwa media ini merupakan gambaran grafis yang menginformasikan berbagai
hubungan-hungungan misalnya, kronologis, jumlah dan hierarki. Jadi seorang guru
dapat menggunakan media ini agar siswa mudah dalam mengetahui beberapa
peristiwa yang sudah dialami bahkan mengetahui pengklasifikasian beberapa objek
ataupun spesies lainnya.
Flip
chart juga merupakan papan tulis yang ditempeli dengan lembar-lembar kertas dan
disatukan dengan penjepit di ujung atas papan. Flip chart ini dapat digunakan
bila konsep yang di bahas perlu dilihat berulang-ulang.
Chart
merupakan media grafis yang lain, bagan atau chart termasuk media visual.
Fungsinya adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya
disampaikan secara tertulisatau lisan secara visual. Bagan juga mampu
memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang akan
disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau
hubungan-hubungan penting.
Sebagai
media yang baik, bagan haruslah:
1. dapat
dimengerti anak.
2. sederhana
dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit.
3. diganti
pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap termassa (up to date) juga tidak kehilangan daya tarik.[10]
Dengan
penggunaan media yang lebih menarik membuat siswa lebih nyaman dalam belajar
sehingga siswa lebih aktif dalam belajar, dengan media ini juga akan menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat dimiliki setiap siswa disekolah.
Kesimpulan
Dalam
berbagai media sederhana yang saya bahas ini bahwa semua media ini sangatlah
berkaitan sama pentingnya karena dengan menggunakan media sederhana ini guru
dapat menjelaskan materi-materi tidak hanya menggunakan media papan tulis saja
tetapi guru juga dapat menggunakan media sederhana lainnya karena banyak sekali
kegunaan dan manfaatnya yang dapat dinilai oleh seorang guru.
Siswa
belajar tidak hanya menggunakan media papan tulis saja karena dengan media
papan tulis siswa akan merasa bosan dan jenuh di dalam kelas tetapi jika
menggunakan media akuarium, flip chart, peta, dan lain-lain, ini sangat
memberikan nilai positif pada siswa misalnya, siswa lebih aktif dalam bertanya,
siswa akan merasa senang karena bisa belajar menggunakan mendia yang dapat
memberikan contoh konkret dalam belajar, dan siswa juga akan lebih tanggap
dalam penyampaian materi tersebut.
Media
globe juga sangat berpengaruh karena siswa akan mengetahui berbagai bentuk muka
bumi, arah rotasi bumi dan lain sebagainya. Media ini tidak bisa dijelaskan
secara ceramah saja, karena siswa tidak akan mengerti dengan penjelasan
tersebut siswa akan memahami berbagai bentuk muka bumi dengan menggunakan media
globe ini, karena di dalamnya banyak sekali pembelajaran yang bisa memberikan
hal-hal positif untuk siswa tersebut. Siswa akan senang di kelas jika guru
memberikan suatu materi dengan menggunakan media sederhana ini.
Saran
Sebaiknya
guru bisa menciptakan suatu pembelajaran dengan baik, dan guru juga harus
menggunakan media-media sederhana lainnya karena dapat membantu siswa untuk
lebih aktif dalam belajar dan siswa akan lebih berpartisipasi jika suatu
pembelajaran menggunakan media yang sederhana namun nyata bagi mereka.
Guru
juga harus bisa mengkondisikan siswa dalam belajar agar siswa selalu bisa
belajar dengan berkonsentarasi dengan materi yang akan dijelaskan. Guru juga
bisa memberikan reward agar menumbuhkan rasa semngat siswa dalam belajar dan
memberikan rasa percaya diri siswa dalam menjelaskan di depan kelas.
DAFTAR
PUSTAKA
Sudiman,
Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada.
Setiawan,
Denny, dkk. 2008.Komputer dan Media
Pembelajaran.Jakarta:
Universitas Terbuka.
Kustandi,
Cecep, dan Bambang.Sutjipto.2013.MEDIAPEMBELAJARAN,Manual
dan Digital.
Bogor.Ghalia Indonesia.
Marisa,
dkk. 2014.Komputer dan Media
Pembelajaran. Tanggerang Selatan:
Universitas Terbuka.
[1]
Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor. Ghalia
Indonesia.
[2] Sudiman,
Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada.
[3]
Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor. Ghalia
Indonesia.
[5]Kustandi,
Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA
PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor. Ghalia Indonesia.
[6]Sudiman,
Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada.
[7]Kustandi,
Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA
PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor. Ghalia Indonesia.
[8]
Setiawan, Denny, dkk. 2008.Komputer dan
Media Pembelajaran.Jakarta: Universitas Terbuka.
[9] Marisa,
dkk. 2014.Komputer dan Media
Pembelajaran. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.
[10]
Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada.
.png)