Open top menu
#htmlcaption1 SEA DICAT POSIDONIUM EX GRAECE URBANITAS SED INTEGER CONVALLIS LOREM IN ODIO POSUERE RHONCUS DONEC Stay Connected
Rabu, 18 Januari 2017
no image


Pada semester 3 ini saya belajar mengenai TIK dan dibimbing langsung oleh dosen pengampu yaitu Pak Rudi Hartono, S.Kom, M.Pd. Dimana selama pembelajaran berlangsung saya diajarkan mengenai beberapa materi yang berkaitan dengan TIK. Pertama, belajar mengenai pengertian TIK. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. Penanganan ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.
Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik.
Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemprosesan, manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya.
Jadi dapat saya sumpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dan proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain sehingga lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Sehingga manusia mampu memberi penyampaian sebuah informasi secara cepat dan lebih luas kepada pihak lainnya.

            Selain, belajar mengenai pengertian TIK sayapun diberikan materi yang ketiga yaitu, saya belajar mengenai sistem operasi pada komputer dimana pada sistem operasi ini yaitu perangkat lunak (software) yang berfungsi mengontrol dan memanage perangkat keras (hardware) serta menjalankan software aplikasi.  Keempat, saya juga belajar mengenai CMD (Command Prompt). Dimana CMD ini paling sering digunakan untuk menjalankan file batch, melakukan beberapa fungsi administrasi dan memecahkan masalah pada windows.  Kelima, saya juga belajar mengenai wordprees blog, dimana saya diajarkan mengenai bagaimana cara membuat website blog, mengubah tampilan pada blog, dan mengubah profil. Keenam, saya juga belajar mengenai Microsoft Acces pada microsoft acces ini saya belajar mengenai cara pembuatan database yang baik. Jadi kesimpulannya, dalam mata kuliah ini sangat banyak sekali manfaat serta ilmu yang saya dapat dari mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Berawal dari tidak paham mengenai cara pengoperasian dalam ilmu teknologi sehingga sekarang saya bisa lebih paham dengan ilmu teknologi yang sudah disampaikan. 
Read more
Minggu, 13 November 2016
no image
Artikel Media Sederhana
A.   Pengertian media sederhana
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses kominikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.
Menurut Ali (1992) berpendapat bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar.” Jadi media ini sangat penting dalam pembelajaran siswa tersebut karena dapat membantu seorang guru untuk memberikan materi dengan mudah, terampil dan dapat dipahami oleh peserta didiknya.
Seorang guru mampu menciptakan sebuah media dengan menggunakan media sederhana yang bisa dimodifikasi menjadi materi yang terampil,http://unida.ac.id menarik dan mudah dipahami sehingga siswa mampu melihat dan mempelajari materi yang diberikan.
B.   Peta
Peta berfungsi untuk menyajikan data lokasi. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional (yang tercetak), hingga peta digital yang tampil di layar komputer.
Fungsi peta adalah sebagai berikut:
Ø  Meyeleksi data.
Ø  Memperlihatkan ukuran.
Ø  Menunjukkan lokasi relatif.
Ø  Memperlihatkan bentuk.


Adapun unsur-unsur sebuah peta meliputi beberapa hal berikut ini:
Ø  Judul peta.
Ø  Legenda atau keterangan.
Ø  Tanda arah atau orientasi.
Ø  Skala.
Ø  Inset.
Ø  Sumber dan tahun pembuatan peta.
Ø  Simbol dan warna.
Ø  Proyeksi peta.
Peta juga bisa disebut sebagai bagan. Secara langsung atau tidak langsung peta mengungkapkan sangat banyak informasi seperti lokasi suatu daerah, luasnya, bentuknya, penyebaran penduduknya, daratan, perairan, iklim, sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain. [1]
Dengan peta orang dapat memvisualisasikan apa yang ada di permukaan bumi ini dan menentukan tempat kejadian sesuatu. Tanpa peta pengetahuan orang terbatas kepada apa yang ada di sekitar tempat ia tinggal atau di sekitar tempat yang pernah dikunjunginya.
Jadi media peta ini sangatlah membantu seorang guru dalam memberikan suatu pembelajaran mengenai suatu lokasi, penyebaran penduduk, daratan, perairan serta yang lainnya karena didalam pembelajaran IPS siswa tidak akan mengerti jika tidak menggunakan media nyata seperti peta. Karena bagaimana pula peta merupakan suatu petunjuk atau pengarahan mengenai suatu pembelajaran IPS di SD. Media ini juga bisa digunakan sebagai alat visual yang dapat memperluas pengetahuan.
Peta juga bisa membantu siswa dalam memahami suatu pengetahuan dan pandangannya menganai bumi dimana ia menjalani hidupnya. dan siswa juga mampu mengimplikasikan suatu kehidupan saat ini. Media peta ini sangat berguna bagi siswa SD dan bisa mempermudah guru untuk menjelaskan atau memberikan suatu materi mengenai pembelajaran yang berkaitan dengan peta seperti halnya pembelajarang IPS. Banyaknya kegunaan peta sehingga bisa dijadikan sebagai media sederhana karena selain sederhana pembuatannya tetapi mampu memberikan suatu pemahaman yang sangat mendalam mengenai suatu penyebaran penduduk serta yang lainnya sehingga membantu siswa dalam belajar.
Pada dasarnya peta berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta tersebut memberikan informasi tentang:
1.            keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung,   dan bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya.
2.            Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lainnya.
3.            Data-data budaya dan kemasyarakatan.
4.            Data-data ekonomi. [2]
Media peta ini fungsinya sama dengan globe karena media tersebut memberikan suatu pemahaman yang sama dalam isinya, hanya saja cara bentuknya berbeda. Jika peta berupa kertas yang berisi wilayah-wilayah dan yang lainnya, sedangkan globe menjelaskan mengenai seluruh permukaan bumi sehingga siswa lebih memahami materi tersebut.
C.   Globe
Globe adalah tiruan bola bumi dalam bentuk kecil. Kedudukan globe adalah miring 66,5 terhadap bidang datar tempat globe, sebagaimana kedudukan bumi juga miring 66,5 terhadap bidang ekliptika.
Adapun kegunaan globe, di antaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Memperagakan arah rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.
Ø  Memperagakkan terjadinya siang dan malam.
Ø  Menunjukkan bentuk muka bumi yang sebenarnya.
Ø  Menunjukkan sistem koordinat bola bumi. [3]
Kelebihan dari globe, sebagai berikut :
1.    Memungkinkan untuk mengerti posisi dari kesatuan politik, daerah, kepulauan dan lain-lain.
2.    Memegang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografi.
3.    Memungkinkan siswa untuk memperoleh gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.[4]
Jadi media globe merupakan tiruan bola bumi yang menjelaskan mengenai berbagai pergerakan muka bumi seperti pergerakan arah rotasi, pergerakkan siang dan malam, menunjukkan bentuk muka bumi dan lain sebagainya, jadi jelas bahwa media ini sangat membantu siswa dalam belajar untuk mengetahui berbagai pergeseran di muka bumi sehingga siswa juga mampu mengetahui perputaran atau pergeseran arah rotasi bumi yang bisa dijelaskan oleh guru dengan menggunakan media globe ini.
Globe sangat berguna untuk siswa dalam belajar mengenai muka bumi, globe ini sangat berkaitan dengan peta karena sama-sama menjelaskan mengenai muka bumi namun adanya perbedaan sehingga perbedaan inilah yang sangat dipahami oleh siswa, seperti halnya didalam peta guru dapat menjelaskan mengenai penyebaran penduduk dan lokasi suatu daerah namun di globe guru dapat menjelaskan mengenai pergerakkan dalam muka bumi sehingga media ini sangat berkaitan dengan media peta.
Guru juga lebih mudah dalam menjelaskan mengenai pergerakan arah rotasi karena guru menjelaskannya menggunakan media nyata sehingga siswa juga lebih cepat tanggap dalam menerima suatu pemahaman. Dan siswa juga tidak bosan dengan guru yang hanya saja menjelaskan namun tidak menggunakan media apapun itulah yang membuat siswa jenuh dalam belajar, namun dengan adanya media sederhana ini lebih meningkatkan siswa dalam belajar dan lebih meningkatkan rasa keingintahuan mereka dalam belajar sehingga siswa lebih cepat tanggap dan siswa lebih aktif dalam belajar.
D.   Papan Tulis
Salah satu penyajian untuk pembelajaran yang sering digunakan adalah papan tulis, dan whiteboard. Kedua media ini dapat dipakai untuk penyajian tulisan-tulisan atau sket-sket gambar dengan menggunakan kapur atau spidol untuk whiteboard, baik yang berwarna ataupun tidak berwarna. Maksud dari warna tersebut adalah agar tulisan lebih jelas, menarik, dan dapat berkesan bagi siswa.
Sebuah papan tulis (black board) yang dipergunakan sebagai sumber belajar dikatakan baik, apabila terdapat syarat-syarat berikut ini.
Ø  Papan tulis harus buram, tidak boleh licin atau mengkilat.
Ø  Warna dasar papan tulis harus lebih gelap dari alat tulis yang dipakai.
Ø  Untuk warna dasar whiteboard adalah putih.
Ø  Ukuran yang idea adala 90 X 120 cm atau 90 X 200 cm.
Untuk penggunaan papan tulis atau whiteboard, diperlukan perhatian terhadap tulisan atau gambar di papan yang jelas dan bersih, hindari penggunaan papan tulis yang terlalu penuh dengan tulisan atau gambar-gambar (hal ini dapat mempersult pemahaman siswa), hapuskan tulisan atau gambar yang tidak diperlukan lagi, tinggalkan papan tulis dalam keadaan bersih. [5]
Media papan tulis juga disebut dengan media display yang paling sederhana dan banyak dipakai dalam proses pembelajaran. Papan tulis ada yang berbahan dasar papan tulis dan untuk menulis dipermukaannya menggunakan kapur tulis, dan ada pula papan tulis yang berbahan dasar tripleks untuk menggunakannya diperlukan spidol khusus. Pada setiap bagian di papan, guru dapat menggunakan gambar atau foto tambahan atau diagram yang sesuai dengan konsep yang dibahas.  [6]
Kesimpulan dari media ini yaitu media papan tulis ini sangat berkaitan erat dalam pembelajaran di Sekolah Dasar karena dengan menggunakan media ini guru lebih mudah dalam menjelaskan semua materi walaupun terkadang guru juga harus memberikan contoh yang konkret agar siswa lebih paham dalam materi tersebut.
Jika tidak ada media ini guru sangat sulit dalam memberikan suatu materi tersebut. Banyak sekali manfaat-maanfaat dari media papan tulis selain dapat memberikan suatu pembelajaran yang lebih baik guru juga dapat memberikan contoh berupa gamabaran yang dapat di gambarkan  pada papan tulis, dan guru juga harus bisa mengatur semua penulisan dalam media tersebut agar siswa tidak kebingungan dalam menulis.
E.   Akuarium
Akuarium adalah sebuah wadah air, tetapi secara umum diartikan sebagai wadah atau tempat untuk memelihara berbagai jenis komunitas kehidupan dalam air, seperti ikan, ampibi, tanaman air, moluska, koral, dan berbagai jenis invertebrata lainnya. Media ini efektif untuk menjelaskan pengetahuan yang berkenaan dengan ilmu alam, misalnya ekosistem air.
Berbagai jenis material dapat dijadikan bahan dasar pembuatan akuarium. Meskipun demikian, kaca lebih dikehendaki karena kaca merupakan benda transparan yang memungkinkan siswa dapat mengamati aktivitas kehidupan dalam air secara horizontal. Selain kaca, bahan transparan lain yang kerap digunakan untuk akuarium adalah akrilik.
Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan bahwa media akuarium ini sangatlah menarik karena siswa dapat melihat langsung berbagai jenis hewan air, hewan air ini berkaitan dengan pelajaran IPA. Diman seorang guru tidak hanya menjelaskan berbagai macam hewan air dalam bentuk materi saja, tetapi guru juga dapat memberikan suatu media konkret yang dapat membuat siswa lebih senang dalam pembelajaran ini karena siswa diajak melihat langsung berbagai jenis ikan.
Guru juga dapat menyiapkannya dengan akuarium yang sederhana namun memiliki banyak pembelajaran dimana siswa akan lebih mendapatkan suatu pengetahuan dengan pembelajaran tersebut. Dengan media ini juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap hewan air tersebut. Siswa juga tidak merasa bosan karena pembelajaran yang biasa-biasa saja, tetapi siswa akan lebih senang jika belajar dan dapat mengenal berbagai hewan air secara langsung.

F.    Flip Chart
Flip Chart adalah lembaran kertas media flip chart  berisikan bahan pelajaran yang tersusun rapi dan baik. Penggunaan media ini adalah salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis. Lembaran kertas yang sama ukurannya dijilid jadi satu dengan baik agar lebih bersih dan baik.
Penyajian informasi ini dapat berupa:
Ø  Gamabar-gambar
Ø  Diagram
Ø  Huruf-huruf
Ø  Angka-angka
Flip chart harus disesuaikan dengan jumlah dan jarak maksimum siswa dalam melihat peta lipat tersebut, serta rencanakan tempat yang sesuai (dimana dan bagaimana media tersebut ditempatkan). Dalam pembuatan flip chart, maka chart tersebut harus disusun atau dijilid dengan serasi, hal ini bertujuan untuk memudahkan penyimpanan dan menghindari kerusakan chart. [7]
Jadi media flip chart ini dapat memudahkan seorang guru apabila suatu materinya banyak dan waktunya tidak tepat ataupun guru tersebut ada hal yang harus diselesaikan guru dapat memberikan media ini kepda siswa dimana guru tidak perlu banyak menulis pada papan tulis dan media inipun dapat menghemat waktu guru tersebut. Media ini juga bisa dikenalkan kepada siswa untuk pembelajaran yang lebih menarik misalnya: pembuatan peta guru harus memiliki kertasyang berupa gamabar suatu daerah peta yg akan dijelaskan kepda siswa.
Media ini juga tidak hanya untuk menggambarkan peta saja tetapi bisa digunakan untuk pembuatan angka-angka ataupun gambar organ makhluk hidup yang dapat dijelaskan pada siswa. Fungsinya agar siswa bisa memahami suatu materi menggunakan gambar tersebut dan guru juga tidak selalu menulis di papan tulis walaupun papan tulis juga sangat penting dalam memberikan materi tersebut.
Jika guru memberikan pembelajaran selalu menggunakan media papan tulis siswa akan bosan dalam kelas ataupun siswa banyak yang tidak konsen dalam belajar karena guru hanya memberikan materi saja tetapi tidak menggunakan media gambar ataupun yang lainnya. Sedangkan jika seorang guru bisa menggunakan media sederhana yang lainnya ataupun media flip chart ini siswa akan lebih menarik dan senang dalam belajar.
Dengan flip chart ini guru tidak perlu berulang kali menulis atau menggambar karena guru dapat membalik lembaran-lembaran kertas untuk kembali pada materi yang sedang dibahas. Untuk menulis dalam lembaran kertas, gunakan spidol dengan tulisan yang cukup besar agar mudah dilihar oleh siswa.
Chart dapat dikatakan sebagai presntasi beberapa gambar grafis yang menginformasikan hubungan-hubungan misalnya, kronologis, jumlah dan hierarki. Chart banyak dalam buku teks sebagai tabel atau flowchart. Tetapi chart juga dapat dipergunakan untuk mengajar siswa secara klasikal yakni dengan cara membuatnya menjadi besar dan biasanya ditempelkan di dinding (wallchart). Ada beberapa tipe atau macam chart, diantarany:
1.    Chart organisasi.
Chart ini menunjukan hubungan atau rantai komando dalam suatu organisasi seperti, perusahaan, lembaga pemerintah, dan sebagainya.

2.    Chart Garis Waktu
Chart ini menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Sering kali dipergunakan untuk menunjukkan kronologis waktu suatu peristiwa bersejarah.

3.    Chart klasifikasi
Chart ini hampir sama dengan chart organisasi hanya saja chart ini dipergunakan untuk klasifikasi atau kategoris objek, kejadian atau spesies tertentu.

4.    Chart aliran
chart ini sering di buat horizontal dan menunjukkan bagaimana kegiatan atau prosedur yang berbeda tampilan dalam suatu kesatuan.

5.    Chart tabulasi
Chart ini berisi informasi angka atau data. Chart ini juga sering di pergunakan untuk informasi waktu misalnya, tabel waktu dari keberangkatan bis kota, pesawat, kereta dan lain sebagainya. [8]
Dalam buku ini bahwa media dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok dimana dalam buku tersebut sudah dijelaskan bahwa media ini merupakan gambaran  grafis yang menginformasikan berbagai hubungan-hungungan misalnya, kronologis, jumlah dan hierarki. Jadi seorang guru dapat menggunakan media ini agar siswa mudah dalam mengetahui beberapa peristiwa yang sudah dialami bahkan mengetahui pengklasifikasian beberapa objek ataupun spesies lainnya.
Flip chart juga merupakan papan tulis yang ditempeli dengan lembar-lembar kertas dan disatukan dengan penjepit di ujung atas papan. Flip chart ini dapat digunakan bila konsep yang di bahas perlu dilihat berulang-ulang.
 [9]
Chart merupakan media grafis yang lain, bagan atau chart termasuk media visual. Fungsinya adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulisatau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang akan disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting.
Sebagai media yang baik, bagan haruslah:
1.    dapat dimengerti anak.
2.    sederhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit.
3.    diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap termassa (up to date) juga tidak kehilangan daya tarik.[10]
Dengan penggunaan media yang lebih menarik membuat siswa lebih nyaman dalam belajar sehingga siswa lebih aktif dalam belajar, dengan media ini juga akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat dimiliki setiap siswa disekolah.














Kesimpulan
Dalam berbagai media sederhana yang saya bahas ini bahwa semua media ini sangatlah berkaitan sama pentingnya karena dengan menggunakan media sederhana ini guru dapat menjelaskan materi-materi tidak hanya menggunakan media papan tulis saja tetapi guru juga dapat menggunakan media sederhana lainnya karena banyak sekali kegunaan dan manfaatnya yang dapat dinilai oleh seorang guru.
Siswa belajar tidak hanya menggunakan media papan tulis saja karena dengan media papan tulis siswa akan merasa bosan dan jenuh di dalam kelas tetapi jika menggunakan media akuarium, flip chart, peta, dan lain-lain, ini sangat memberikan nilai positif pada siswa misalnya, siswa lebih aktif dalam bertanya, siswa akan merasa senang karena bisa belajar menggunakan mendia yang dapat memberikan contoh konkret dalam belajar, dan siswa juga akan lebih tanggap dalam penyampaian materi tersebut.
Media globe juga sangat berpengaruh karena siswa akan mengetahui berbagai bentuk muka bumi, arah rotasi bumi dan lain sebagainya. Media ini tidak bisa dijelaskan secara ceramah saja, karena siswa tidak akan mengerti dengan penjelasan tersebut siswa akan memahami berbagai bentuk muka bumi dengan menggunakan media globe ini, karena di dalamnya banyak sekali pembelajaran yang bisa memberikan hal-hal positif untuk siswa tersebut. Siswa akan senang di kelas jika guru memberikan suatu materi dengan menggunakan media sederhana ini.
Saran
Sebaiknya guru bisa menciptakan suatu pembelajaran dengan baik, dan guru juga harus menggunakan media-media sederhana lainnya karena dapat membantu siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan siswa akan lebih berpartisipasi jika suatu pembelajaran menggunakan media yang sederhana namun nyata bagi mereka.
Guru juga harus bisa mengkondisikan siswa dalam belajar agar siswa selalu bisa belajar dengan berkonsentarasi dengan materi yang akan dijelaskan. Guru juga bisa memberikan reward agar menumbuhkan rasa semngat siswa dalam belajar dan memberikan rasa percaya diri siswa dalam menjelaskan di depan kelas.



DAFTAR PUSTAKA
Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Setiawan, Denny, dkk. 2008.Komputer dan Media Pembelajaran.Jakarta:
      Universitas Terbuka.

Kustandi, Cecep, dan Bambang.Sutjipto.2013.MEDIAPEMBELAJARAN,Manual dan Digital.
    Bogor.Ghalia Indonesia.

Marisa, dkk. 2014.Komputer dan Media Pembelajaran. Tanggerang Selatan:
 Universitas Terbuka.






[1] Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor.                   Ghalia Indonesia.
[2] Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

[3] Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor.                   Ghalia Indonesia.

[4]Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
                                              

[5]Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor.                    Ghalia Indonesia.


[6]Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

[7]Kustandi, Cecep, dan Bambang. Sutjipto.2013. MEDIA PEMBELAJARAN, Manual dan Digital. Bogor.                    Ghalia Indonesia.


[8] Setiawan, Denny, dkk. 2008.Komputer dan Media Pembelajaran.Jakarta: Universitas Terbuka.
[9] Marisa, dkk. 2014.Komputer dan Media Pembelajaran. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.
[10] Sudiman, Arief s.2012.Media Pendidikan.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Read more